Showing 1-20 of 46 items.

Demi (makhluk-makhluk) yang mencabut (apa yang ditugaskan mencabutnya) dengan cara yang sekasar-kasarnya;

Dan yang menarik (apa yang ditugaskan menariknya) dengan cara yang selembut-lembutnya;

Dan demi (makhluk-makhluk) yang cergas bergerak (menerima perintah) dengan gerak yang secergas-cergasnya;

Lalu masing-masing berlumba-lumba dahulu-mendahului (menjalankan tugasnya) dengan cara yang sesungguh-sungguhnya;

Serta menyempurnakan tadbir urusan alam yang diperintahkan kepadanya; (sumpah demi sumpah, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan hidup semula pada hari kiamat)! -

Pada masa berlakunya"tiupan sangkakala yang pertama" yang menggoncangkan alam, (sehingga mati segala yang bernyawa dan punah-ranah sekalian makhluk selain dari yang dikecualikan),

Tiupan yang pertama itu diikuti oleh tiupan yang kedua, (yang menyebabkan orang-orang yang mati semuanya hidup semula serta keluar dari kubur masing-masing);

Hati (manusia) pada hari itu berdebar-debar takut,

Pemandangannya tunduk gerun.

Mereka (yang ingkar) berkata:"Sungguhkah kita akan dikembalikan hidup seperti keadaan di dunia dahulu?

"Bolehkah (dihidupkan semula) sesudah kita menjadi tulang yang reput?"

Mereka berkata lagi (secara mengejek:"Kalaulah berlaku) yang demikian, sudah tentu kembalinya kita (hidup semula) itu satu perkara yang merugikan!"

(Menghidupkan semula tidaklah sukar), kerana berlakunya perkara itu hanyalah dengan satu jeritan (yang terbit dari tiupan sangkakala yang kedua), -

Yang menyebabkan mereka dengan serta-merta berada di muka bumi yang putih rata.

Sudahkah sampai kepadamu (wahai Muhammad) perihal Nabi Musa?

Ketika ia diseru oleh Tuhannya di"Wadi Tuwa" yang suci; -

(Lalu diperintahkan kepadanya):"Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas (dalam kekufuran dan kezalimannya);

"Serta katakanlah kepadanya: `Adakah engkau suka hendak mensucikan dirimu (dari kekufuran)?

`Dan mahukah, aku tunjuk kepadamu jalan mengenal Tuhanmu, supaya engkau merasa takut (melanggar perintahNya)?""

(Setelah Nabi Musa menyempurnakan perintah Tuhannya, dan Firaun pun meminta bukti kebenarannya); maka Nabi Musa memperlihatkan kepada Firaun: mukjizat yang besar.